Monday, August 6, 2018

Festival Agribisnis 2018, Four Ribs Buka Lapak

Festival Agribisnis 2018, Four Ribs Buka Lapak
Festival Agribisnis 2018, Four Ribs Buka Lapak
Festival Agribisnis 2018, Four Ribs Buka Lapak - Festival Agribisnis 2018 akhirnya menjadi awal perjalanan dari Four Ribs Garden untuk go public bersama lima member dari Bali Cactus & Succulent Community yaitu Bali Unique Flora, Plantamory, Dagba, Miniplant dan Pinantta. Festival ini dihelat pada tanggal 26-29 Juli 2018 di Lapangan Bajra Sandi Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali. Event ini diadakan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali. 

Festival Agribisnis 2018 diikuti oleh seluruh dinas sekabupaten di Bali. Selain itu juga diikuti oleh beberapa Kelompok tani seperti Tanaman Anggrek, Tanaman Buah sampai Hidroponik. Serta ada beberapa stan dari pihak umum seperti stan makanan dan minuman, stan dari beberapa perusahaan alat pertanian dan pastinya dari Bali Cactus & Succulent Community.

Ini adalah event kedua bagi Bali Cactus & Succulent Community atau disingkat BCSC. Sebelumnya BCSC ikut dalam event Agrifest yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Sedangkan bagi Four Ribs Garden, ini adalah event pertama. Pada event ini, lapak Four Ribs Garden lebih didominasi oleh jenis-jenis sansevieria seperti Sansevieria Banana, Lavranos 51, Blue Leaf, Golden Hahnii dan Boncel. Untuk jenis lain ada Haworthia venosa tessellata, Gasteria john aker, Hoya kerrii variegata, Mammillaria bocasana, Tephrocactus dan Sicillia. Ada juga jenis Tillandsia dan Sirih merah sebagai pemanis. 

Four Ribs Garden bersama Bali Unique Flora juga memajang beberapa koleksi indukan yang terdiri dari jenis Astrophytum, Gymnocalycium dan Mammilaria. Selain ajang buka lapak, kita juga memiliki misi untuk menyebarluaskan dunia kaktus kepada masyarakat Bali yang berkunjung ke Festival Agribisnis 2018. Animo pengujung ternyata besar sekali. Kebanyakan mereka memang sudah pernah memelihara kaktus namun kurangnya edukasi dari seller membuat kaktus yang mereka beli tidak bisa bertahan lama. Disinilah kita selain berperan sebagai seller, kita juga mengedukasi pembeli agar dapat merawat kaktus dengan baik dan benar sehingga mulai muncul minat untuk mengkoleksi beberapa kaktus.

Kebanyakan kaktus dan sukulen dipandang sebagai tanaman yang hanya digunakan untuk souvenir. Karena bentuknya yang unik dan mini sehingga banyak yang memilih kaktus dan sukulen menjadi souvenir seperti souvenir pernikahan, acara-acara seminar dan hadiah saat kelulusan. Namun ada juga beberapa penghobis kaktus dan sukulen yang datang ke stan kami namun belum mengetahui keberadaan komunitas ini. Disinilah juga kita menjaring sebanyak-banyaknya penghobis kaktus dan sukulen untuk ikut bergabung menjadi bagian dari komunitas.

Event yang berlangsung selama empat hari ini terbilang sukses. Selain kita mendapatkan benefit dari berjualan, kita juga mendapat teman baru dan komunitas kita mulai dilirik oleh masyarakat Bali khususnya Denpasar. Harapan kami, dengan adanya event-event seperti ini, BCSC menjadi komunitas yang mulai dipandang sebagai komunitas yang positif dan berdampak baik bagi semua kalangan. 

Kumpulan beberapa kemeriahan stan BCSC di Agrifest 2018.











No comments:

Post a Comment